Sabtu, 17 Agustus 2013

Pon.Pes Sunan Drajat Paciran Lamongan


  Di tengah era globalisasi yang kaya akan teknologi ini, banyak sekali peyimpangan yang dilakukan oleh kalangan remaja. Kekerasan, minuman keras bahkan seks bebas pun akhirnya menjadi teman akrab mereka. Hal ini menunjukan bahwa norma, moral dan akhlak remaja di masa ini tengah ada di dalam kebobrokan.
    Telah banyak upaya yang dilakukan demi mengantisipasi penyimpangan di kalangan remaja. Salah satunya saja dengan hadirnya lembaga pendidikan berkurikulum ''Pondok Pesantren Modern''.
       Disini, para siswa, atau yang lebih akrab disebut santri, akan dididik selama 24 jam penuh. Biasanya, mereka akan dididik oleh 5 lapisan pengurus pondok.
Lapisan pertama yaitu Pimpinan Pondok, atau yang disebut dengan kiai. Lapisan kedua yaitu bagian pengasuhan dan mudirul ma'had (Koordinator Pondok). Lapisan selanjutnya yakni Majlis Pembantu Pimpinan Pondok yang terdiri dari alumni-alumni pondok ataupun ustadz-ustadz utusan dari pondok lain untuk mengasuh santri. Lapisan yang keempat yaitu Peserta Masa Bakti yang diambil dari santri yang sedang menjalankan masa bakti setelah menyelesaikan studinya di pondok. Dan lapisan yang terakhir adalah Organisasi Santri Pondok Pesantren yang diambil dari kelas akhir, yakni kelas 3 marhalah tsanawiyah ataupun kelas 3 mahalah aliyah.Semua lapisan pengurus pondok ini bertugas untuk mendidik santri mulai dari Kegiatan Belajar Mengajar, kepramukaan sampai kegiatan ekstrakulikuler santri.Semua usaha ini dilakukan demi membiasakan santri menjalani hal yang positif. Sehingga, dapat meminimalisi adanya penyimpangan yang dilakukan oleh santi itu sendiri.      Semoga dengan hadirnya lembaga pendidikan pondok pesantren modern dapat meminimalisir adanya penyimpangan yang dilakukan oleh kalangan remaja

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar