Jumat, 21 Juni 2013


Nurul Jadid Merakurak
           Pondok Pesantren Nurul Jadid, walaupun saya tidak pernah tercatat secara resmi sebagai santri Pondok Pesantren ini, namun saya tetap memiliki ikatan emosi yang mendalam dengan Ponpes ini, karena pertama saya adalah santri yang menimba ilmu di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Diniyah Awwaliyah dan Taman Pendidikan Alquran dibawah yayasan Salafiyah Merakurak yang juga menaungi Pondok Pesantren Nurul Jadid, selain karena saya pernah menimba ilmu di sekitar pesantren ini saya juga melihat Pesantren ini adalah pioneer dakwah di Kabupaten Tuban bagian Barat sebelah selatan, sehingga pesantren ini sangat melekat sebagai pusat studi islam maupun budaya Santri. Berikut saya sampaikan Sejarah terbentuknya PONDOK PESANTREN NURUL JADID yang menjadi cikal bakal sekian banyak lembaga Pendidkan dan Lembaga Sosial dibawah naungan Yayasan Salafiyah Merakurak.

Kamis, 20 Juni 2013


                 
               Malam Jum'at adalah malam yang paling utama, harinya adalah hari yang paling utama dari semua hari.
Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya malam Jum'at dan harinya adalah 24 jam milik Allah Azza wa Jalla. Setiap jamnya ada enam ratus ribu orang yang diselamatkan dari api neraka."
               Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Barangsiapa yang mati di antara matahari tergelincir hari Kamis hingga matahari tergelincir hari Jum'at, Allah melindunginya dari siksa kubur yang menakutkan."

Selasa, 18 Juni 2013

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wassholatu wassalamu ‘ala nabiyina Muhammad, wa’ala alihi wa’ashobihi ajma’in.
Jika kita perhatikan, tidak sedikit orang sekarang yang mengatakan, mengapa Allah tidak memberikan petunjuk kepada semua manusia, padahal Allah mampu melakukannya.
Jika Allah memang memang maha kaya, kenapa tidak semua orang dijadikan kaya sehingga tidak ada kemiskinan, kebodohan dan berbagai persoalan lainnya di muka bumi ini. Dan masih banyak pertanyaan serupa yang intinya meragukan kekuasaan dan keadilan Allah.
Maka, pertanyaan ini sebenarnya sudah dijawab oleh banyak ulama. Salah satunya adalah Syaikh bin Baz ketika beliau pernah ditanya, bagaimana tafsir ayat Allah yang berbunyi, Yaitu Surat Arraad Ayat 79 Sebagai berikut

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri?

Minggu, 16 Juni 2013

                
           Alangkah indahnya hidup ini jika masing-masing kita menyadari akan eksistenis keberadaan kita di dunia ini. Alangkah cerianya hidup ini jika masing-masing dari kita mau berbagi dengan sesama. Kawan, lihatlah kemesraan keluarga semut di sana, yang mau menyisikan sebagian sisa makanannya untuk saudara-saudara mereka. Alangkah indahnya mereka yang mau bergotong royong dengan yang lain hanya untuk mengangkat sebutir nasi. Alam di sekitar kita telah begitu banyak mengajarkan pada kita bagaimana caranya untuk berbagi dengan yang lain
                 Kawan, bagilah kebahagiaan kita kepada sesama walapun itu hanya sedikit. Janganlah kita liat nilai dari apa yang kita berikan, tapi lihatlah ketulusan dan keikhlasan kita dalam memberi. Seribu rupiah bagi kita mungkin tidak memiliki arti apa-apa, namun bagi mereka yang tidak seberuntung kita, seribu rupiah merupakan anugrah yang tiada tara, karena dengannya mereka dapat menyambung hidup di dunia ini.

Jumat, 14 Juni 2013

Allah telah memberikan karunia yang besar pada kita dengan adanya shalat Jum’at. Di antara keutamaan shalat tersebut bisa menghapuskan dosa dan kesalahan, juga bisa meninggikan derajat seorang mukmin, bi idznillah.
Di antara keutamaan atau fadhilah shalat Jum’at adalah sebagai berikut:
1- Menghapuskan Dosa
Dikeluarkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ
“Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at yang berikutnya, itu dapat menghapuskan dosa di antara keduanya selama tidak dilakukan dosa besar.” (HR. Muslim no. 233).
2- Saat Allah menyempurnakan Islam dan mencukupkan nikmat

Selasa, 11 Juni 2013



Mencintai karena Allah, Benarkah?
Tak bosan-bosanya saya membahas tema cinta. Selain banyak pelakunya tentu banyak juga korbanya karena ketidakpahamanya. Baiklah pasti teman-teman sering mendengar kalimat aku mencintaimu karena ALLAH. Betul? Benarkah kita mencintai karena Allah? Mari kita bahas sebenarnya apakah kita benar-benar mencintai karena Allah? Jangan-jangan kita berkata mencintai karena Allah tetapi sebenarnya tidak. Seperti yang dilakukan oleh Delisa kecil dalam Novel Hafalan Shalat Delisa yang mengatakan kepada uminya, “Umi, Delisa cinta umi karena Allah” padahal ia mengatakan itu karena ingin diberi cokelat oleh guru ngajinya.
Mencintai karena Allah berarti kita mencintai seseorang karena berlandaskan Allah. Karena kita berlandaskan kepada Allah maka kita mencintai apa yang diperintahkan oleh Allah kepada kita.

Senin, 10 Juni 2013


Achsin Blog
Kita awali dengan sebuah kisah keajaiban sedekah. Kisah yang menunjukkan bagaimana Allah sangat menghargai amal hamba. Tuhan Yang Maha Mendengar tidak akan menyia-nyiakan kebaikan makhluk yang Dia ciptakan.
Tersebutlah seorang ibu solihah. Beliau memiliki seorang putra yang menjadi tulang punggung keluarga. Di rumahnya yang penuh keterbatasan, sang ibu menunggu kapan putranya pulang. Dia pergi melakukan safar yang jauh. Hingga sang ibu putus asa, sementara sisa makanan tinggal cukup beberapa hari.



Termasuk metode mendatangkan rezeki yang berkah dan melimpah adalah "tawakkal" bersama Allah Swt., Dzat Yang Maha Esa lagi Tempat Meminta (al Ahad ash-Shamad). Tawakkal adalah suatu sikap menyerahkan segala permasalahan kepada Allah Swt. secara total, agar apa yang telah diikhtiarkannya diberikan restu oleh Allah, dan keridhaan-Nya dengan mengabulkan permohonan, memberikan jawaban atas pertanyaan yang dikemukakan ke hadirat-Nya, serta mendatangkan kemanfaatan, kesejahteraan, dan keselamatan.

Rasulullah SAW nyaris tidak pernah melewatkan satu malam pun kecuali dengan shalat tahajud, bahkan di saat peperangan sekalipun. Dulu, shalat tahajud diwajibkan. “Setelah turun surat Al-Muzzammil ayat 19 dan 20 baru disunatkan,” ujar Prof Dr Mohammad Sholeh, pengasuh Klinik Terapi Tahajud dan trainer salat khusyuk. Mengapa Rasulullah SAW menganjurkan shalat ini, hanya Beliau yang tahu.  

Namun, perkembangan sains yang sangat pesat membuktikan,